Pembenahan Sistem KTP Digital Nasional (Dukcapil + IKD + Layanan Publik Terintegrasi)
Konteks: 2026-05-03. IKD masih bersandar pada Permendagri 72/2022, INA Digital baru jalan ~18 bulan, UU PDP sudah aktif (PP pelaksana terbit 2025), dan 9 Aplikasi SPBE Prioritas baru sebagian terintegrasi. "Pembenahan" di sini berarti konsolidasi regulatif + interoperabilitas data + hardening privasi + akselerasi adopsi — bukan bikin sistem baru dari nol.
1. Aktor
Lead substansi (data + identitas):
- ※ Kemendagri (Dirjen Dukcapil) → kewenangan formal NIK, KTP-el, IKD per UU 23/2006[¹] + UU 24/2013[²].
- ※ Komdigi (post-rebranding 2024) → kewenangan SPBE per Perpres 95/2018 + 132/2022.
- ※ INA Digital (BUMN khusus) → operator backbone layanan SPBE per Perpres 82/2023[³].
2. Pathway Hukum
Instrumen utama: Perpres revisi (mengganti Perpres 82/2023 + 132/2022, bukan UU baru). Estimasi timeline: 6–9 bulan termasuk harmonisasi Setneg + Kemenkum.
| Pilihan | Keuntungan | Risiko |
|---|---|---|
| Perpres revisi ✓ | Cepat, exec branch saja, binding force ke privat | Bisa di-judicial-review di MA |
| RUU Adminduk baru | Otoritas penuh, sulit di-rollback | 2–4 tahun, blocking implementasi |
| Permendagri saja | Lekas, K/L tunggal | Gak bisa binding ke Komdigi + INA Digital |